Pagi hari kemarin saya melakukan rutinitas biasa, ke halaman belakang, bersihkan kandang Chella dan niatnya mau sapu halaman belakang dari daun² bambu yang berguguran. Dari kegelapan saya memperhatikan ada sesuatu yang bergerak, saya langsung berpikir itu tikus, dan langsung saya gercep menutup pintu belakang rumah.
Karena beberapa waktu lalu si tikus ini bikin masalah di dalam rumah, bikin kotor, dia ngencingin tempat piring, dan kita tahu dia ini hewan pembawa penyakit. Kita usir dari rumah dan rumah kini bebas tikus, jadi penghuni rumah berusaha agar si tikus ini tidak kembali.
Sering kita lihat tikus ini mondar-mandir di halaman belakang, gerakannya lincah, lihat kita dia kabur, tapi kita tidak ada dia turun ke halaman belakang. Seringnya dia (baca: tikus) ini memakan sisa jatuhan dari makanan Chella. Malah terkadang dia ini ngambil langsung ke tempat makanan Chella.
Jengkel sih, dan kita juga tidak tahu ada berapa ekor yang ada di belakang, dari ukuran kecil sampai sedang kira² yang ada di belakang. Kesel, pengen bikin mati itu hewan tapi gimana.
View halaman belakang yang banyak guguran daun bambu, tempat yang nyaman untuk ular bermain, lembab dan basah.
Saya juga sadar di halaman belakang itu adalah ekosistem sungai, dipastikan di sana ada rantai makanan alami yang sudah terbentuk. Di sana saya tahu ada ular juga, biawak, dll. Nah tikus sendiri adalah makanan dari ular, ular sendiri punya predator alami si biawak. Jadi saya pikir biarlah ini si tikus dapat 'karmanya' sendiri.
Walaupun saya khawatir si ular datang menghampiri halaman belakang rumah, apes² sampai masuk. Tapi kalau masuk sepertinya tidak karena kan di rumah tidak ada makanan (baca: tikus) karena rumah sudah bebas tikus. Tapi tetap saja khawatir karena pernah kita lihat dua ekor ular tengah menyambangi halaman rumah kami.
Lanjut ke cerita tadi, jadi dari kegelapan seperti ada yang bergerak, tapi herannya gerakannya lambat, jika tikus biasanya ada gerakan dikit aja dia langsung memanjat dan kabur.
Saya dekati dan ternyata itu benar tikus, tapi koq gerakannya lambat sekali, bahkan saya sempat dengan mudah menghempaskannya dengan tongkat, setelah terhempas pun dia tidak lari, seperti lemah. Akhirnya saya biarkan dulu, menunggu cahaya matahari bersinar, karena pagi itu masih jam 5 pagi dan masih gelap.
Tampak luka di bagian ekor si tikus, entah apa itu bisa ular yang mematikannya. Jika hanya terkena tusukan benda tajam pastinya gak akan bikin mati.
Setelah terang saya lihat di pojokan si tikus masih ada dan malah tergeletak, saya goyang²in dia masih bergerak kejang. Saya amati ini sakit jantung apa gimana si tikus. Saya coba cek badannya dan saya lihat di bagian pantat atau pangkal ekornya ada luka.
Tikus itu kan hewan kuat ya, kalau luka goresan dikit akibat berkelahi atau apa lah dia masih kuat, tapi ketika lukanya ada racun atau bisa, saya pikir gak akan bertahan lama pasti akan mati. Nah dugaan saya si tikus ini terkena patokan ular, nah karena bisa ular inilah si tikus perlahan mati lemas.
Dimana si tikus ini dipacok ular juga saya tidak tahu, bisa jauh dan bisa juga dekat, tapi kemungkinan si jauh dari lokasi saya menemukannya, saya berpikir habis dipacok itu dia pasti lari kabur menghindar dari bahaya hingga akhirnya bisa saya temukan.
Daripada si ular datang ya mengambil mangsanya ini, akhirnya saya buang saja itu tikus ke sungai. Biar jadi rebutan biawak dan ular sendiri, biar bertarung sendiri lah mereka.
Kalau menurut kalian, si tikus ini mati karena apa?
Kalau racun tikus saya si tidak pernah menggunakannya sama sekali jadinya kalau karena racun tikus rasanya bukan sih, soalnya ada indikasi luka ditubuh tikus itu, perkiraan kejadiannya mungkin menjelang subuh.
Sayangnya tidak ada otopsi forensik soal rekaan penyebab kematian, jadi pemastiannya tidak bisa 100% pasti karena apa, tapi hanya dugaan saja dari logika kosong.
Sebuah postingan iseng saja sih ini, just sharing isi waktu diakhir pekan. -cpr
#onedayonepost
#pengalaman
#umum
#tikusmati

