Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Keputusan yang berat memang tapi mau gimana lagi, akhirnya keputusan ini harus diambil. Karena mama saya lagi stay di rumah (Pandaan), dan sebelumnya 'adik' kami ungsikan ke sini (Pandaan) supaya tidak mengganggu kesehatan orang tua di rumah.


Selama 'adik' di rumah, tinggal bersama saya ya biasa saja, saya sendiri ada komplen tapi bisa menerimanya lah, mengurusnya membersihkan kotoran, bercengkrama dengan bau²an yang kurang sedap, pesingnya, apalagi ketika pup aroma khas pup nya sudah terbiasa di hidung. Sampai² saya sendiri tak menyadari bau itu menempel di pakaian, kendaraan. Tapi saya bisa menerima dan melakukannya dengan biasa saja seperti keseharian. 

Tapi ternyata pasangan saya gak suka, katanya saya bau, dan dianggap kotor dan mengganggu kesehatan dan lain sebagainya. Ditambah mama saya juga komplen baunya mengganggu pernafasan gak bisa tidur. 

Oh iya, saya lupa jelaskan, ini sedang bahas apa. Iya ini lagi bahas peliharaan keluarga kami, Cella yang pernah saya bahas diblog ini juga. 

Belakangan karena mungkin sudah tua juga jadi bau badannya selalu kecium, baru dimandikan bersih, nanti kering bau badanya mulailah kecium. Itu belum kena kencing dan pup. 

Alhasil karena mengganggu penciuman di dalam rumah, mama komplen melulu akhirnya hari ini kita putuskan untuk membuatkan tempat yang proper supaya kandang Cella ini bisa di tempatkan di halaman belakang. 

Sementara ya begini dulu sambil menunggu terpal yang kami pesan selesai dibuat, nanti Selasa. Foto dokumen pribadi

Masalah kekhawatiran di belakang itu soal cuaca (hujan), kalau di bawah itu tampiasan air hujan, banjir kita di belakang kalau debit hujan besar air menggenang bisa kerendem kandangnya bagian bawahnya, belum lagi ada serangga, tikus dan ular.

Kasian juga kan, biasa selama bertahun-tahun hidup bersama di dalam rumah, menjelang akhir usia malah di luar rumah. 

Alhasil diakalin lah itu kita buat kaki² pake bata ringan, kita tumpuk agak tinggi lalu kandangnya kita taruh di atasnya, untuk penutup kandang kita sedang buatkan jahitan terpal, supaya ketika hujan bisa terlindung di dalamnya. Hanya saja menurut saya masih kurang, perlu ada atap karena kalau ditutup begitu saja oke malam hangat, hujan aman, tapi pas siang hari bisa kepanasan banget. 

Saya saja kalau camping di dalam tenda pas panas matahari siang itu di dalamnya kaya sauna, perlu ada celah rongga udara untuk keluar masuk udara segar atau angin. Jadi ya berkaca dari itu untuk kandang Cella ya kita usahakan hindari situasi seperti itu. 

Untuk sementara ya seperti yang bisa dilihat difoto, kini Cella tinggal di belakang. Mudah-mudahan ini bisa nyaman, sejuk di belakang, tapi mudah-mudahan juga gak kedinginan ketika malam. Malam ini jadi malam pertama buat dia di sana, kita akan evaluasi. 

Ini suasana di dalam kandangnya, mudah-mudahan lebih nyaman, udara segar tiap saat. Foto dokumen pribadi. 

Kami berusaha berikan yang terbaik yang kami bisa, ditengah keterbasan kondisi saat ini. Saya sedih saja, ketika berada di lingkungan yang ternyata tidak suka pada hewan, tapi ya mau gimana lagi, Tuhan yang pilihkan ini, mungkin ada pelajaran yang harus saya ambil dengan ini semua. 

Pelajaran berharga, jika kamu suka hewan berkumpulkah dengan circle yang menyukai hewan juga, supaya bisa saling memahami, jika tidak paling akan ada yang dikalahkan atau dikorbankan. Yang paling mungkin dikorbankan adalah hewan peliharaan kita. 

Pelajaran lagi, jangan pelihara hewan peliharaan jika ke depannya kamu akan kesulitan merawatnya. Jika sudah yakin merawat hewan, berarti harus sampai akhir kamu merawatnya, entah kamu dulu yang mati atau hewan peliharaan mu. 

Sudahlah itu saja sharing yang bisa saya bagikan, ini juga adalah sharing uneg³ yang saya rasakan saat ini ketika saya mengetik postingan ini. Semoga Cella baik² saja di belakang dan tidak mengurangi kualitas kesehatannya ke depan. Maafkan kami yang gak bisa berikan hal yang terbaik untuk merawatmu. 

Hanya yang memahami saja yang bisa mengerti, jika tidak memahami lebih baik tidak berkomentar karena bikin sakit hati. -cpr

#onedayonepost
#pet
#pengalaman
#cella
#marcellavonatmosfer
#shitzu
Pelihara hewan peliharaan di usia kanak², remaja hingga dewasa bukan hal yang sulit, tapi ketika dia sudah masuk usia lansia/ senja itu tidaklah mudah. 

Apalagi kalau pet kesayangan kita itu tidak lagi sehat seperti dulu. Pasti akan jadi tantangan tersendiri. Coba bayangkan saja ketika manusia tiba pada masa lansia, pasti lebih sulit, fisiknya tak sama seperti dulu, belum lagi penyakit² yang menyertai. Lalu psikis nya yang lebih rewel daripada ketika muda. 

Ilustrasi Shih-tzu bukan Chella, gambar diambil dari ChatGPT

Ini saya alami pada pet kesayangan keluarga kamu, Chella, seekor shih-tzu betina. Usianya sudah masuk usia lansia untuk anjing. 

Cara hitung usia anjing #1
Tahun pertama usia anjing itu setara dengan 15 tahun usia manusia, tahun kedua usianya 9 tahun usia manusia. Lalu tahun berikutnya (ketiga dan seterusnya) setara dengan 4-5 tahun usia manusia. 

Jadi: anjing usia 2 tahun itu usianya sama dengan 24 tahun usia manusia. Sisa tahun setelahnya tinggal dikalikan 4 atau 5 tahun. 

Chella lahir 10 April 2012 artinya saat ini ditahun 2025 usianya 13 tahun. Jika dihitung dengan rumus usia anjing di atas tadi, maka. 13 tahun - 2 tahun = 11 tahun. Dari 2 tahun usia anjing diperoleh 24 tahun usia manusia. Sisa 11 tahunnya dikalikan 4, diperoleh 44 tahun usia manusia. Hasil akhirnya 24 tahun + 44 tahun = 68 tahun usia manusia. Jadi usia Chella 13 tahun saat ini setara dengan 68 tahun usia manusia. 


Cara hitung usia anjing #2
Berbeda dengan cara hitung yang di atas tadi, kalau ini kamu gak perlu hitung manual. Oh iya ada hal yang perlu diketahui, bahwa Shih-tzu merupakan ras anjing kecil,  dia menua lebih lambat dibandingkan dengan anjing ras besar. Kalau ini kita gak perlu hitung manual, tetapi menggunakan tabel, jadi gak bingung ya lihat tabel, tapi kalau mau tahu hitungan gunakan cara #1.
*Usia Shih-tzu = Setara dengan usia manusia
1 tahun = 15 tahun usia manusia
2 tahun = 24 tahun usia manusia
3 tahun = 28 tahun usia manusia
4 tahun = 32 tahun usia manusia
5 tahun = 36 tahun usia manusia
6 tahun = 40 tahun usia manusia
7 tahun = 44 tahun usia manusia
8 tahun = 48 tahun usia manusia
9 tahun = 52 tahun usia manusia
10 tahun = 56 tahun usia manusia
11 tahun = 60 tahun usia manusia
12 tahun = 64 tahun usia manusia
13 tahun = 68 tahun usia manusia
14 tahun = 72 tahun usia manusia
15 tahun = 76 tahun usia manusia
16 tahun = 80 tahun usia manusia


Berdasarkan literatur yang saya baca, usia maksimal dari Shih-tzu sendiri 12-16 tahun, berarti itu setara 64-80 tahun usia manusia, walaupun ada dibeberapa kasus ada yang sampai usia 18-20 tahun, tapi itu sangat jarang atau 88-96 tahun usia manusia. 

Faktor yang mempengaruhi usia panjang anjing ras Shih-tzu antara lain:
🐕 Genetik dan keturunan (Shih-tzu dengan garis keturunan dan genetik yang sehat umumnya akan berumur relatif panjang. Chella sendiri lahir dari orang tua yang sepertinya sangat dijamin kesehatannya karena melihat dari garis keturunannya dengan nama marga 'von atmosfer') 
🐕 Pola makan (Chella sendiri sejak keluarga kami rawat itu makanannya bervariasi, memang kita bukan keluarga kaya yang bisa selalu memberi makan dog food bergizi. Dulu sewaktu muda, Chella makan nasi, sosis dan campuran daging dan kaldunya. Seiring waktu makin dewasa dia akhirnya diberikan makan dog food hingga kini usia lansianya)
🐕 Perawatan gigi dan bulu (Kalau soal perawatan gigi ini keluarga kami agak kurang, jadi Chella jarang sikat gigi, jadi giginya banyak sudah tanggal. Kalau soal bulu ini masih rutin kita mandikan dan rawat, sehingga jauh dari kutu anjing atau scabies) 
🐕 Olahraga ringan (Kalau soal olahraga ringan, Chella mah anjing yang gak mager, dulu sewaktu muda senang jalan² dan diajak bermain petak umpet, bahkan saat sudah lansia ini dia masih sering jalan, walaupun matanya sudah rabun senja. Jadi meski hanya jalan berputar-putar di titik yang sama, dia senang dan semangat melakukannya, walau jalan dengan terseret-seret karena kakinya sudah tidak bisa memijak sempurna seperti waktu muda) 
🐕 Perawatan rutin ke dokter hewan (Kalau ini memang tidak sering, tapi kami memang memberikan vaksinasi dan pemeriksaan dokter ketika mengalami sakit yang kami tidak bisa atasi) 

Hal lain yang jadi kesimpulan kami keluarga yang merawatnya, kenapa Chella bisa bertahan hingga saat ini:
🐕 Dia mendapatkan kasih sayang dan kebahagiaan sama seperti dia dirawat kaya anak manusia, dia sampai kita anggap sebagai adik bungsu. 
🐕 Dia jarang kita pertemukan dengan anjing² lain, ini menurut saya sebagai usaha mencegah penularan penyakit atau virus atau bakteri yang berbahaya. Karena, ada pengalaman pemelihara Shih-tzu yang tidak pernah bisa bertahan lama memelihara Shih-tzu, rata² mati karena virus. 


Merawat pet kesayangan itu memang gak mudah, harus memang betul² sayang, karena kalau tidak ya kasihan sih pet kita. Yang terjadi adalah ketika muda dia menyenangkan kita, pas lansia karena repot mengurusnya dia malah dibuang atau ditelantarkan di 'panti jompo', itu sih yang bikin gak tega. 

Bahkan ada yang karena tidak suka pada hewan, melihat hal yang merepotkan seperti ini, ada yang berharap cepat mati. 


Saya punya saran apabila ada yang berkeinginan merawat atau memelihara pet, apapun hewannya: pastikan kamu itu bukan tipe orang yang mobile atau senang pergi ke mana-mana, sadari dirimu adalah tipe orang mageran dan gak bosenan. Jika kamu tipe orang gak betah di rumah, bosenan, jangan pernah pelihara pet di rumah mu. 

Karena begini, memelihara pet itu harus penuh di pantai dan diurus, gak bisa kamu seenaknya pergi meninggalkannya di rumah begitu saja. Lalu siapa yang akan membersihkannya, memberikan makan atau minumnya. 

Ini pelajaran banget, karena seperti sekarang saya gak bisa ke mana-mana, karena saya harus terpaku untuk mengurusinya, apalagi diusia Chella yang sudah senja. Bersihkan pup nya, pis nya, belum lagi diusia senja ini dia itu buta, kakinya tidak bisa jalan sempurna, untuk jaga kebugarannya kita juga harus rajin taruh dia di tempat terbuka supaya dia berjalan agar otot kakinya tetap dipakai bergerak. 

Entah sampai kapan? Ya sampai usianya usai nanti, kapan nya tidak akan ada yang tahu, yang penting kita urus dan rawat dia dengan baik, itu saja sih. 

Catatan ini adalah sekedar sharing dan berbagi pengalaman saja, mungkin bisa berbeda-beda, tapi satu yang sama, rawatlah pet kesayangan mu dengan hati, perlakukan dia dengan baik meskipun dia adalah hewan. 

Segitu saja sharing² nya, sampai jumpa dipostingan lainnya lagi. Jaga pet kesayanganmu dan rawatlah dengan hati. Jika ada pasanganmu yang senang pada hewan, supportlah, karena sama hewan aja sayang apalagi sama manusia. -cpr

#onedayonepost
#pet
#umum
#pengalaman
#pet
#shihtzu
Punya peliharaan di rumah itu pasti menyenangkan, karena ada yang menemani aktivitas ketika di rumah. Bersosialisasi dengan sesama manusia itu hal yang biasa, tapi berinteraksi dengan hewan itu punya feel yang berbeda, kesan yang berbeda. 

Entah apapun peliharaannya, burung, hamster, kucing, anjing dll. Keluarga saya ini punya peliharaan anjing, pernah juga dibahas di beberapa blog pribadi saya. 

Ketika Juli 2025 dia baru tiba di Pandaan setelah menjalani perjalanan dengan KLog. #dokpri


Tapi memelihara anjing itu juga harus telaten, jika memang anjing peliharaan mu itu dijadikan tidak sekedar peliharaan, namun jadi anggota keluarga. Menjaga dia tetap bersih, tidak bau anjing, menjaga kebersihan pup dan lee nya, tetap steril ketika berada di lingkungan dalam rumah jadi suatu keharusan yang harus dipenuhi. 

Jika orang berada macam anggota DPR yang katanya gajinya selalu kurang, itu bisa saja menggunakan jasa pet shop care untuk menjaga kebersihan hewan peliharaannya. Namun bagi rakyat biasa yang dianggap 'tolol' karena mau membubarkan DPR, menggunakan jasa pet shop care pasti harus dipikirkan berulang, karena masalah biaya. Oleh karena itu kalau hanya rakyat biasa ya mau gak mau harus siap repot untuk mengurusi hewan peliharaan kita itu agar layak dipelihara sebagai anggota keluarga, bukan sekedar peliharaan. 


Tsi Tzu peliharaan keluarga saya, yang sudah dianggap anak bungsu (ke-4), ini bener² sekali dirawat dengan telaten, ibu saya sudah menganggap Cella ini sebagai anak bungsu, dia diperlakukan ya sebagai anggota keluarga. 


Walaupun bagi orang lain yang merasa 'jiji' dan menganut paham kebersihan level dewa akan menganggap ini tidak higienis. 

Tapi selama ini Cella sudah seperti anggota keluarga, dulu ketika dia masih sehat, masih masa² produktif, ya Cella memang layak ada di dalam rumah. Sampai Cella memasuki masa senja, banyak penyakit yang menimpanya, dari katarak pada matanya, masalah gangguan saraf dan secara fisik agak pengkor, pendengaran yang tidak maksimal membuatnya jadi tidak seperti dulu, perawatannya lebih extra lagi. 

Belakangan ya dia (baca: Cella) punya masalah pada matanya yang mengalami katarak, muncul cairan yang seperti gel pada matanya yang sering berair/ basah, nah efek basah ini membuat 'jembek' di bangian mata, muka, lebatnya bulunya membuat campuran tidak sedap dan seperti bau ikan asing. Ternyata bau ikan asin ini datang dari cairan gel/nanah dari matanya yang mengalami katarak. Jika dibersihkan pun karena seperti gel akan menjadi kotoran lagi bagian matanya. 

Akhir pekan yang lalu sempat dimandikan, tetapi tidak sampai grooming atau memangkas bulu² nya, jadi ya tetap seperti kotor. Bau ikan asinnya masih tetap saja. 

Sampai akhirnya siang ini Cella di treatment grooming sendiri, potong bulu sendiri dan mandi sendiri. Repot, iya repot sekali sih sampai harus dipegangin 3 orang, saya, adik saya dan eksekutornya ibu saya. Dokumentasinya bisa dilihat difoto dibawah ini. 

Tampang stres Cella ketika dipegangin 3 orang, ekspresinya kaya lagi mau diapain aja. #dokpri

Nampak wajahnya masih jembrong, coklat kotor bulunya meng-coklat kena kotoran dan debu. #dokpri

Ini lagi motongin bulu dikaki belakangnya. Dipegangin biar gak berontak. #dokpri

Ini lagi motongin kaki bagian lainnya, hanya bisa pasrah dpegangin sambil mendengar kalimat² afirmasi positif. #dokpri

Bayangkan saja ekspresi mukanya Cella yang meronta tapi tak bisa melawan. Dia takut sebenarnya, takut tergunting soalnya dia pernah mengalami, jadi seperti ada rasa ketakutan disakiti. 

Jadi sambil dipegangi, saya menyampaikan afirmasi supaya dia tenang, walaupun kata² itu entah dimengerti atau tidak, tapi nampaknya Cella memahami itu. Ada kalanya dia diam dan tenang, ada kalanya dia melawan ketika dia merasa kurang nyaman, ya setidaknya itu bentuk komunikasi dia pada kami. 

Ini view setelah dipotong bulunya dan dimandikan, nampak lebih seger dan bersih, gak bau ikan asin lagi. #dokpri

Ya inilah solusi kami punya demi efisiensi biaya, ya mau gak mau harus repot. Tapi dengan begitu bonding kami keluarga dengan peliharaan jadi terjalin. Kami bisa saling mengerti walaupun bahasa yang digunakan berbeda. 

Sejauh ini kehidupan Cella di Pandaan sih lebih baik daripada ketika di Cirebon. Oh ya, ada hal menarik, jadi setelah dimandikan, Cella kan makan, lalu disimpan di halaman belakang untuk dijemur, karena di rumah mau dipel. Eh gak lama dia pup, pup nya gak kecil kaya biasa, tapi besar kaya tainya manusia. Dan ini kita semua baru pernah melihatnya. Kita jadi mikir, mungkin pas selama dipegangin itu, perut dan ususnya tertekan dan memadatkan usus besarnya sehingga tainya menjadi besar dan utuh sempurna. 

Ya sayangnya gak didokumentasikan tadi, karena sudah panik takut bulunya kena tainya, wong habis mandi, masa iya kena tai bau lagi nanti. 

Begitulah kira², kalau punya peliharaan anjing yang statusnya gak sekedar pelihara tapi jadi anggota keluarga maka ya harus mau repot, kalau punya duitnya ya pas²an. Memang harus telaten dan gak bisa kalau hanya sendiri yang urus, ya minimal 2 orang yang handel.

Segitu saja sih sharing² saya, sebagai keluarga yang punya peliharaan anjing sebagai anggota keluarga, bukan sekedar peliharaan biasa. 

Bagaimana dengan cerita mu, apakah juga punya peliharaan biasa atau dianggap sebagai anggota keluarga juga? -cpr

#onedayonepost
#pet
#tzitsu
#cella
#marcellavonatmosfer
#pengalaman
#umum

Saya sengaja buat postingan ini karena keprihatinan komentar yang menganggap hewan peliharaan itu sekedar hewan 🐥🐶🐱🐮, yang ketika sudah gak diperlukan ya dibuang, dicampakan begitu saja, melupakan semua kenangan² yang pernah terjadi. 

Ini berlaku untuk pada hewan apapun yang kamu pelihara, walaupun efek psikis kepada hewannya itu bisa berbeda-beda, ada yang cuek ada yang mengena ke psikisnya. 

Ketika Cella masih sehat dan diajak sepedaan sama mami, ini anak bungsunya mami. #dokpri

Saya ambil contoh anjing. Karena hewan ini punya sesuatu dimemori mereka yang membuat mereka lebih peka dibandingkan dengan hewan peliharaan lainnya. 

Pernah gak lihat video yang sengaja dibuat untuk menunjukan, bagaimana respon anjing kita, yang tiba² dibuang atau ditinggal di tempat asing, ditinggal begitu saja dan majikannya pergi. Video ini dibuat hanya untuk melihat reaksi, karena banyak terjadi hal seperti ini tapi tidak ada dokumentasinya, sehingga video ini dibuat untuk mewakili situasi atau menggambarkan situasinya.

Kalau ini video bukan rekaan, tapi ada case yang membuang anjing tapi tertangkap kamera video dan nampak si majikan tega membuat anjingnya berlari diantara kendaraan yang tengah melaju. Source: youtube

Ini juga contoh video sejenis dari negara lain. Source: youtube

Ini juga video serupa, tapi bukan video dibuat-buat tapi sepertinya kejadian realita. Source: youtube

Anjing itu kebingungan dan berusaha mencari majikannya, dia mencoba mengendus tapi gak bisa, dia menyadari bahwa itu tempat asing baginya. Si anjing berusaha mencari dan mengendus bau majikannya, hanya dengan itu dia berusaha. Tujuannya cuma satu mencari majikannya dimana, dia khawatir. Mungkin juga dia tidak mengkhawatirkan dirinya, naluri dia hanya mencari majikannya sampai ketemu. Bisa dilihat pula ketika majikannya ketemu, betapa senangnya dia. 

Bayangkan jika anjing peliharaan mu dibuang begitu saja dan kamu sebagai majikan ya tanpa rasa bersalah pergi begitu saja. Padahal si anjing mu itu memikirkan mu, tapi sebaliknya tidak.

Seperti yang pernah saya ceritakan pada postingan sebelumnya, keluarga saya pelihara seekor anjing Tsi Tzu sudah lama, meski kami tangan kedua yang memeliharanya namun relasi kami cukup dekat. Dia bukan peliharaan yang disimpan di kandang, dia hidup bersama-sama dengan kami di rumah. Bercanda, bermain, menemani, jadi teman ngobrol dll., banyak hal yang keluarga kami lakukan bersamanya. 

Dulu ya bisa dibilang bersih sekali, makan, buang kotoran semuanya teratur dan tertata, sehingga bau anjing itu gak terasa, karena dia dipelihara seperti boneka hidup, baunya wangi karena parfum selalu tersedia, mandi dan grooming rutin dilakukan sendiri, ya sama seperti anggota keluarga layaknya 'manusia'. Bahkan dia kami anggap sebagai si bungsu. 

Seiring waktu, usianya terus bertambah, sakit tua dan fisiknya gak seperti dulu. Matanya mulai bermasalah dan ada infeksi sehingga kerap mengeluarkan bau, sejak itu penglihatannya mulai kabur dan kesulitan beraktivitas. Ditambah lagi kaki belakangnya entah karena insiden apa (kami gak tahu), seperti pengkor. Alhasil situasi ini membuatnya kesulitan, pup dan buang air gak bisa seperti dulu. Mulai saat itu, dia jadi seperti anjing pada umumnya yang bau anjing. 

Karena soal kebersihan ini akhirnya kini dia dipelihara di kandang untuk melokalisir kotorannya, makan dan minum juga di sana. Memang sejak itu pula lah bau tidak sedap seperti layaknya memelihara anjing. Aroma² yang banyak gak disukai, apalagi mereka yang terbiasa bersih. Hal seperti ini sudah pasti harus disingkirkan. 

Itu kenapa beberapa saran yang muncul:
🗣️: "Kenapa gak dibuang saja?"
🗣️: "Kenapa gak ditaruh di shelter anjing saja?"
🗣️: "Kenapa gak ditaruh di luar/halaman?"

Dari semua itu kita yang jadi keluarga ya berat, masa iya senang bersama, giliran susah begini dicampakan, bak pepatah "habis manis sepah dibuang".

Mereka berkata demikian karena mereka gak merasakan momen² itu, jika pun mereka pernah memelihara anjing atau hewan juga, tapi saya yakin jika dipelihara dengan cara yang sama, pasti gak akan tega melakukan itu. Ini hanya soal cinta aja, orang kan lebih mudah menjudge. Sama seperti saya kali ini juga menjudge bahwa mereka gak punya cinta. 

Jadi berhentilah menyalahkan orang lain dengan pilihan yang dibuat, pasti ada latar belakangnya. Soal kenapa peliharaan saya gak ditaruh diluar? Itu karena, Tsi Tzu yang kami pelihara adalah ras murni, bersertifikat, dan dia bukan hewan yang dipelihara di luar ruangan, karena selama ini suhu ruangan lebih baik dan buat dia nyaman dan hidup bahagia hingga usia senja.

Jika di luar resikonya ular, gongongannya mengganggu apalagi dengan lingkungan yang menganggap mereka najis dll., bayangkan bagi mereka yang tidak menganggap najis saja dia disingkirkan apalagi dengan yang menganggapnya najis, bisa diracun. 

Kemudian, banyak rekan² kolega saya yang menceritakan pengalamannya memelihara Tsi Tzu gak pernah bisa bertahan lama, 1-2 tahun mati, dikarenakan virus tertentu. Mereka heran Tsi Tzu yang kami punya bisa bertahan hingga usia senja. 

Saya tidak tahu bagaimana mereka pelihara, tapi saya tidak bisa menjudge mereka memelihara, catatan saya, mereka yang intens memelihara dan niat saja gampang terkena penyakit, apalagi kalau Cella ini ditempatkan di luar. 

Jadi intinya begini, perlakukanlah hewan dengan baik, apalagi hewan yang punya cerita dan kenangan baik dengan mu, intinya bagaimana dia dipelihara dulu, sekarang dan nanti minimal berikan kasih sayang yang sama. 

Contohnya begini, kamu pelihara anjing, sejak awal dia dipelihara di luar, di kandang dan dirantai karena alasan tertentu. Suatu saat ketika dia tua, ya perlakukanlah dia minimal sama seperti itu, jangan kamu perlakukan dia lebih buruk atau bahkan dicampakkan ketika dia tua atau merepotkanmu. Jadi perlakukanlah sama sejak awal, sekarang atau nanti. 

Mungkin saya dinilai buruk dalam perlakukan orang² terdekat, bagi kacamata orang tertentu yang bisa perlakukan lebih baik dan memang baik, lalu dia membandingkannya saya mempertahankan hewan peliharaan daripada memperlakukan manusia. 

Statementnya begini: "Kamu lho merawat orang tua, adik saja gak becus, ngasi duit aja gak pernah, tapi bela²in pelihara hewan seperti segitunya. Gak mikir penyakit dll., yang dari kotoran hewan dll."

Nah bisa saja saya dikatain demikian. Saya tidak cari pembenaran apapun, tapi intinya satu hal, mengerti dan pahami kenapanya, banyak kenangan hasil relasi antara kita dengan hewan peliharaan kita, walaupun belum tentu si hewan ingat, tapi kita kan ingat, ya hargai itu sih. 

Intinya bagi pencinta hewan pasti akan setuju dan menganggap ini benar dan bisa dipertanggung jawabkan. Toh ini hanya masalah sepele, gimana memahami. 

Pada intinya disini saya akan selalu dianggap salah memilih cara ini. Itu kenapa, saya tulis sesuai judul demikian, itu yang saya rasakan ketika pilihan kita dianggap 'aneh' orang pada umumnya. Mungkin ini asumsi, tapi asumsi lahir karena pernah muncul pernyataan² yang mendukung asumsi itu tercipta. 

Segitu saja, postingan ini sekedar sharing apa yang saya rasakan, ketika duduk melihat hewan peliharaan kita yang tak sudah seperti dulu lagi, sedih tapi gimana, dimasa tuanya mudah-mudahan bisa tetap merawat hingga ajak menjemputnya. -cpr

#onedayonepost
#opini
#postingpribadi
#sayangipeliharaanmu
#jangancampakanmereka
#loveyourdog
#tsitzulovers
#pengalaman
Sore menjelang magrib hari ini saya berkeliling survei untuk kebutuhan persiapan pernikahan, tadi waktu berangkat memang suasananya sudah mendung². Tapi belakangan, mendung² tak berarti hujan, ujung² nya ya panas aja hawanya. 

Tapi ternyata tidak disangka, lagi keliling dengan sepeda motor, eh kena hujan, akhirnya harus berteduh di warung² di pinggir jalan. 

Lalu saya membuka browser dan menuliskan, cuaca Google dan ditunjukan perkiraan cuaca di sekitar GPS saya berada. 

Diperkirakan, 2-3 hari ke depan dijam yang serupa akan terjadi hujan juga seperti malam ini. Hujan kali ini gak deras tapi lumayan bikin basah dan juga intensitas air hujan yang turun relatif derasnya. Kalau dipaksa trabas pasti basah kuyup sih ini. 

Saya capture pada 18-08-2025, ini sebagai bukti apakah nanti besok atau lusa sesuai dengan prakiraan yang ditampilkan ini. 

Melihat perkiraan cuaca Google pada hari Rabu diperkirakan hujan akan lebih deras plus petir, nah apakah perkiraan cuaca oleh BMKG yang direlay oleh Google ini akan akurat? 

Terkadang orang bilang akurat, tapi jika tidak dibuktikan mana tahu, maka saya coba membuktikannya dengan mencapturenya saat ini dan akan dibuktikan 2-3 hari kedepan. Benar atau tidak? 

Soalnya begini, seiring waktu prakiraan cuaca ini bisa berubah-ubah, jika diakses esok pagi misalnya. Tapi memang prakiraan cuaca itu hanya mengira-ngira berdasarkan metode ilmiah. Jadi bisa benar dan bisa salah. 

Segitu saja, sisanya akan dilanjutkan dikolom komentar untuk membuktikan  dan sekaligus jawaban apakah prakiraan cuaca di atas itu benar atau akurat atau malah salah alias meleset. -cpr

#onedayonepost
#prakiraancuaca
#benarsalah
#opini
#pengalaman
#review
#umum
Sejak tanaman labu madu habis masa tanamnya, ada tanaman lain yang tumbuh di lahan, yaitu pepaya. Tanaman pepaya yang ditanam dari biji, pepaya california sepertinya.

Pepaya ini beli di pasar dan bijinya ditanam, dibibitkan dan satu bibit yang berhasil tumbuh ditanam di pekarangan. Ditanam ketika tanaman labu masih tumbuh kala itu. Perlahan tapi pasti si tanaman pepaya ini tumbuh menjadi pohon.

Tadinya batangnya lunak kini sudah jadi batang sejati dengan kekerasan mumpuni, tingginya juga sudah lumayan, 1 meteran lebih lah.

Diawal-awal tanaman pepaya ini tumbuh subur, hijau daunnya dan segar sekali tampak dari hari ke hari. Tapi seiring waktu daunnya mulai menguning. Pada masa ini ternyata mulai muncul juga beberapa buah pepaya kecil di sana.

Tapi seiring waktu buahnya tumbuh, daunnya mulai menguning, rontok satu per satu sampai akhirnya pohon pepaya ini gundul, akhirnya buah² kecil yang menggantung ini mulai busuk dengan sendirinya.

Ya sepertinya pohon pepaya muda ini nampaknya mati, dia tengah sakratul maut. Entah mungkin tidak ada asupan nutrisi yang dibutuhkan pohon pepaya ini untuk tumbuh. Saya tidak tahu pasti kenapa² nya, yang pasti ketika makluk hidup mati, itu pasti dikarena tidak adanya asupan yang bisa diproses oleh metabolisme tubuh si tanaman itu untuk kehidupan.

Memang sama seperti tanaman labu madu yang ditanam sebelumnya, tidak ada pupuk kimia, semua hanya nutrisi mengandalkan alam saja. Pada generasi kedua labu madu pyur saya mengandalkan alam. Saya jarang menyiram dengan air cucian beras, air daging atau air kurasan aquarium sidat. Pupuk tai burung juga gak pernah saya berikan.

Tapi saya menduga tanaman labu generasi kedua itu mati sebelum panen kedua karena memang sudah waktunya mati, karena memang secara wajar tanaman labu hanya optimal untuk 1-2x panen saja, jika lebih dari itu pastinya ada perlakuan khusus.

Nah bisa saja, asupan nutrisi untuk tanaman pepaya jauh butuh lebih banyak sedangkan tanah di pekarangan saya tidak mencukupi untuk itu, makanya dia mati.


Saya tidak punya dokumentasi ketika dia masih hijau, hanya foto saat ini kondisinya sekarang. Seperti yang bisa dilihat difoto di atas itu. Begitu merananya ya.

Untuk usianya sendiri mungkin sudah setahun sejak dia ditanam dari bibit ya, bahkan lebih sih kalau itungannya dari bibit.

Ya itu yang bisa saya bagikan dari kebun ku yang tersisa saat ini, sekarang sudah habis deh tanaman² buah yang bisa dikonsumsi, bahkan tanaman cabai saja sudah sakratulmaut, nanti saya share dipostingan terpisah.

Segitu saja, sampai jumpa dipostingan lainnya. Happy planting and make your home green again. -cpr

#onedayonepost
#pepaya
#pengalaman
#umum
#pepayamati
Saya mau share untuk panen yang kesekian kalinya untuk buah labu madu dari tanaman batch #1 gen#1, soalnya kan ada buah labu madu yang sedang menuju panen lagi, saya masukan ke dalam kelompok gen#2.

Seperti dari catatan yang saya bagikan sebelumnya, saya bilang kan ada dua buah labu madu lagi yang sudah siap panen, yang merupakan hasil polinasi pada gen#1 yang belum saya panen, masih saya biarkan tergantung pada tanamannya.


Kebetulan hari ini, saya mau panen satu buah untuk buah tangan rekan saya yang mau pulang ke Probolinggo. Ya supaya yang di sana bisa juga ngerasain buah hasil kebun, soalnya kapan hari dikirimi buah mangga hasil kebun juga, gantian kirim buah hasil kebun.


Jadi buah labu madu yang saya panen kali ini merupakan buah labu madu dengan nomor gelang #3. Setelah saya panen, ditimbang bobotnya ada dikisaran 2.179,9 gram atau 2,17 kilogram. Ukuran ini termasuk lumayan untuk sebuah labu madu, bisa mencapai angka 2 kg up sedikit, memang jauh di bawah labu madu jumbo pada postingan sebelumnya.


Nah jika ini dikalikan harga buah labu madu di Superindo per tanggal 05-09-2024 per 100 gram Rp 2.490,- maka harga perbuah labu madu yang saya panen itu menjadi Rp 54.279,51 per buahnya.


Sekedar informasi, untuk buah labu madu yang ini termasuk lama berada di tanamannya, jika buah labu madu yang lain dipanen sebelum 90 hari, kalau yang ini dipanen lebih dari 90 hari, kalau berdasarkan data pengamatan yang saya punya itu ada 105 hari hingga panen sejak pengamatan after polinasi.

Untuk daging buahnya seperti apa saya belum bisa sharing saat ini, soalnya kan belum dibelah, nanti jika daging buahnya sudah dibelah saya akan share dipostingan ini, untuk dokumentasi, bagaimana daging buah sebelum 90 hari dan sesudah 90 hari. Begitupun dengan rasanya seperti apa akan saya tambahkan penjelasannya pada kolom komentar.

Sekian dulu yang bisa saya bagikan pada postingan ini, semoga bisa menambah pengetahuan dan menambah wawasan kalian yang juga kebetulan ingin menanam buah labu madu ini. -cpr

#onedayonepost
#labumadu
#panen
#pengalaman
Pada postingan yang sebelumnya saya menuliskan bahwa tanaman saja yang sudah memasuki usia tua masih bisa berbuah, masa manusia yang sudah memasuki usia tua tidak menghasilkan 'buah' untuk orang lain?


Sebuah tulisan refleksi sebenarnya tapi juga menceritakan hal yang sebenarnya. Jadi tanaman labu madu yang saya tanam kan sudah tua, sudah gak produktif sebenarnya. Namun saya kemarin menemukan calon buah.

Tadinya saya berpikir dan berharap bahwa calon buah ini akan bisa tumbuh menjadi buah labu madu hingga panen, tapi ternyata tidak berhasil alias gagal.

Jadi sejak postingan itu saya mulai amati dan pada akhirnya kegagalannya nampak, calon buah labu madu itu akhirnya busuk juga.

Lha ternyata oh ternyata setelahnya ada lagi calon buah labu madu baru, namun sayangnya pertumbuhan mereka tak sejalan dengan tumbuhnya bunga jantan, alhasil pada akhirnya busuk juga.

Foto diambil pada tanggal 22-09-2024, beberapa hari setelah postingan sebelumnya.

Foto diambil pada 22-09-2024 sama seperti foto di atas tadi.

Dalam budidaya buah labu madu, polinasi adalah bagian terpenting dalam optimalisasi hasil panen. Meski secara alami bisa saja dibiarkan penyerbukan terjadi, namun efektifitasnya kecil. Apabila kita mengejar produksi optimal dari satu bibit tanam, jika hasilnya hanya 1-2 buah labu saja sepertinya kurang efektif.

Berdasarkan pengalaman, satu bibit tanaman labu madu yang ditanam, hanya berhasil menghasilkan 8 buah labu madu yang efektif hingga panen. Ada pun nambah +1 buah labu madu bungsu, yang bentuk buahnya sudah gak optimal. Seperti dokumentasi di bawah ini.

Foto diambil pada tanggal 22-09-2024, saya namakan buah ini sebagai buah labu madu bungsu. Nampaknya dia yang paling terakhir dari semua buah yang sudah dan akan dipanen.

Jadi bagi yang mau membudidaya tanaman labu madu, perawatan dan polinasi jadi kunci. Hasilnya cukup lumayan jika bisa dijual ke tempat yang benar. Jika pun mau diolah dulu menjadi makanan olahan, kolak, makanan pendamping ASI atau lainnya pasti bisa memberi nilai tambah.

Pada postingan tiap kali panen sejauh ini saya selalu menuliskan berapa harga per buah labu dari hasil panenan dari kebun depan rumah.





Ini buat pengalaman sih, saya sekedar sharing. Memang sih pada akhirnya ketika tanaman buah labu madu kita sudah sampai pada tahap optimal menghasilkan, sepertinya langsung saja ditebang dan ganti dengan tanaman baru.

Soalnya dari pengalaman ini, jika sudah masuk usia tua gini, pertumbuhan bunga jantan dan bunga betina sudah tak lagi bisa sama. Akhirnya ketika bunga betina tumbuh tidak bisa dibuahi, begitu pun ketika bunga jantan tumbuh eh gak bisa membuahi, akhirnya pada jomblo, akhirnya busuk, calon² buah yang harusnya bisa tumbuh jadi gagal.

Jika ada bunga jantan sintetis, bisa saja sih dikawin, tapi kan hasilnya bukan lagi buah organik, soalnya sudah hasil rekayasa.

Kebetulan tanaman buah labu yang ditanam pada batch #1 ini adalah hasil pertanian organik, murni 100% organik.

Segitu saja deh sharing ya, ya sekedar bercerita dan berbagi pengalaman. Saya senang jika di sekitar saya ini jika ada yang mau menanam tanaman ini dan meramaikan pasar tanaman ini, walaupun kalau gitu membuat harganya turun. Tapi senang sih membuat petani jadi punya pilihan tanam yang sedikit perawatan tapi cukup menghasilkan. Kuncinya hanya pada telaten melakukan polinasi saja sih.

Potensi berbuahnya ada terus, hanya lagi² pertumbuhan bunga jantan gak sejalan dengan bunga betina. Foto diambil tanggal 22-09-2024, ditemukan lagi calon buah, tapi paling 4+ akan busuk juga.

Disisi yang lain ditemukan calon buah, bunga betina akan mekar dalam 1-2 hari kedepan, foto diambil tanggal  22-09-2024 tapi tidak ada bunga jantan yang tumbuh. Paling 7+ akan busuk juga pada akhirnya.

Sampai jumpa dicatatan lainnya atau obrolan sharing lainnya. Sebagai penutup, "jadilah orang yang bermanfaat, belajarlah dari tanaman labu madu, yang masih berbuah walaupun pada akhirnya busuk, tetap ada buah yang bisa diusahakan, daripada sudah tua tidak memberikan apapun hanya memberikan pengaruh negatif  buat lingkungan sekitarnya." -ngp

#onedayonepost
#labumadu
#pengalaman
#opini
Kali ini saya mau sharing cerita lagi, panen labu madu yang kesekian kalinya. Jadi ini panen #4, memang hanya sebutir. Kalau melihat hari tumbuhnya belum waktunya panen, masih sisa hari 27+ hari lagi, katanya kan 90 harian.

Karena waktu yang saya hitung sejak polinasi itu baru total 73 hari, harusnya sisa 27 hari lagi sampai masa tuanya.


Tapi karena melihat fisiknya nampak sudah tua dan layak panen, maka pada hari ini sepulang kerja saya putuskan untuk memanennya untuk kesekian kali.

Labu madu yang terpanen ini punya nomor 2, ya ini labu madu kedua yang saya polinasi sendiri setelah labu madu senior yang dipanen perdana beberapa waktu lalu. Labu madu kedua ini adalah awal saya mengenal sistem polinasi dalam pemeliharaan budidaya labu madu.

Labu madu nomor 2 dan nomor 3 merupakan labu madu yang awal saya mulai polinasi bantuan manusia, dikawin, dan hasilnya seperti yang saya panen kali ini. Hanya untuk labu madu nomor 3 masih belum saya panen.


Kalau mau tahu buah labu madu ketika masih kecil bisa dibaca pada catatan saya sebelumnya, masih diblog ini juga, tautannya saya bagikan di bawah ini.


Untuk panen kali ini diperoleh bobot sebesar 
2119,4 gram atau jika dikilogramkan menjadi 2,1 kg. Jika ini dilakikan dengan harga per 100 gram harga di Superindo per tanggal 
05-09-2024, Rp 2.490,- /100 gram maka diperoleh Rp 52.773,06.

Merupakan bobot buah labu madu paling besar sih sampai saat ini, jika dibandingkan buah labu madu yang dipanen sebelumnya.

Sama seperti panen² sebelumnya selalu ada ketidakyakinan apakah buah labu madu ini sudah layak panen apa belum. Tapi pada akhirnya terjawab sudah setelah membelahnya. Tampilannya seperti yang bisa dilihat dibawah ini.



Oh ya, untuk membelahnya saya harus menggunakan pisau besar dan membutuhkan bantuan palu untuk membelahnya. Soalnya cukup keras sih, bahkan untuk tangkai buahnya itu seperti kayu, padahal tampak berongga.

Jujur saja sampai saat ini saya masih bingung, sebenarnya masa panen dan ciri buah labu madu yang sudah layak panen itu seperti apa. Sejauh ini patokan saya adalah dari hari sejak polinasi.

Segitu saja catatan pada panen ke-4 kali ini, saya tidak melakukan dokumentasi video kali ini, hanya dokumentasi tertulis saja.

Sampai jumpa pada postingan berikutnya, pembahasan pada panen berikutnya. Mungkin dalam waktu dekat masih diminggu ini akan ada panen selanjutnya, ditunggu saja updatenya di Naturality Green Plant. -ngp

#onedayonepost
#panen
#labumadu
#hasilkebun
#pengalaman


Kali ini saya mau bahas labu madu. Pada Jumat - Senin  minggu yang lalu saya kan trip ke Madiun - Magetan, alhasil  saya meninggalkan rumah cukup lama.

Kalau berdasarkan pengalaman² sebelumnya,  setiap kali ditinggal pergi kemana, selalu saya dapat kejutan, tanaman² yang sebelum ditinggal biasa aja, pas saya pulang itu seperti tambah tinggi, pas berbuah dll.

Dua calon buah labu lahir di rumpun rimbun bagian ini, satu di atas dan satu di bawah.

Hal tersebut terjadi pada tanaman labu yang sebenarnya sudah masuk usia pensiun, sudah waktunya diganti, karena daun² nya nampak sudah sering dan banyak yang menguning, kering. Pertumbuhan bunga jantan dan betina pun tidak jelas. Bahkan di pangkal awal tumbuhnya tunas awal sudah mengering di sana.

Tapi pas kemarin saya pulang dari trip, saya lihat ada dua buah calon labu madu tumbuh, bahkan sudah melewati masa polinasi. Entah apakah itu berhasil dipolinasi atau tidak.

Ini dibagian atas. Dibagian ini pernah juga ada calon buah tapi gagal tumbuh, apakah ini akan berhasil tumbuh? | Foto diambil tanggal 19-09-2024

Ini dibagian bawah dekat dengan pagar, dekat juga dengan labu madu yang hampir panen yang sudah besar | Foto diambil tanggal 19-09-2024.

Tanda biasanya kalau gagal polinasi itu biasanya ujung buah yang jadi pangkal bunga betina biasanya menguning dan busuk. Nah sejak pengamatan awal tanggal  17-09-2024 sampai hari ini saya buat postingan ini, belum ada tanda² pembusukan di sana.

Saya heran, dapat sel jantan dari mana, sedangkan beberapa waktu terakhir saya gak menemukan bunga jantan tumbuh. Entahlah, mungkin ini yang dinamai surprise, karena selalu ada kejutan kalau  ditinggal.

Sekarang kita lihat apakah dua buah ini akan bertahan sampai dia panen atau akan gugur beberapa hari lagi.

Kondisi ini membuat saya berpikir,  tanaman yang sudah tua saja masih berbuah. Koq kontras dengan kehidupan manusia yang saya dan teman² saya kenal. Dia sudah memasuki usia matang, tetapi sangat amat tidak bisa menghasilkan buah bagi sekelilingnya. Buah ketenangan, kebaikan, keramahan dan suasana positif saja gak bisa dihasilkan dari si manusia matang ini, yang sensitif jika dikatakan tua.

Kalau peka, orang ini harusnya malu, tanaman labu madu yang sudah tua saja masih mau dan berusaha berbuah, tapi dia yang berakal tidak melakukannya justru tidak membuatnya diterima oleh orang² di sekitarnya.


Kita kembali ke tanaman labu madu peliharaan saya ini. Jika dua buah ini berhasil tumbuh sampai panen, saya akan menunggu keduanya panen dulu baru saya akan gantikan bersihkan dan ganti dengan tanaman baru.

Update selanjutnya akan saya bahas dipostingan berikutnya atau dikolom komentar. Segitu saja deh informasi yang bisa saya sampaikan. -cpr

#onedayonepost
#tanamanlabumadu
#labumadutua
#pengalaman