Keputusan yang berat memang tapi mau gimana lagi, akhirnya keputusan ini harus diambil. Karena mama saya lagi stay di rumah (Pandaan), dan sebelumnya 'adik' kami ungsikan ke sini (Pandaan) supaya tidak mengganggu kesehatan orang tua di rumah.


Selama 'adik' di rumah, tinggal bersama saya ya biasa saja, saya sendiri ada komplen tapi bisa menerimanya lah, mengurusnya membersihkan kotoran, bercengkrama dengan bau²an yang kurang sedap, pesingnya, apalagi ketika pup aroma khas pup nya sudah terbiasa di hidung. Sampai² saya sendiri tak menyadari bau itu menempel di pakaian, kendaraan. Tapi saya bisa menerima dan melakukannya dengan biasa saja seperti keseharian. 

Tapi ternyata pasangan saya gak suka, katanya saya bau, dan dianggap kotor dan mengganggu kesehatan dan lain sebagainya. Ditambah mama saya juga komplen baunya mengganggu pernafasan gak bisa tidur. 

Oh iya, saya lupa jelaskan, ini sedang bahas apa. Iya ini lagi bahas peliharaan keluarga kami, Cella yang pernah saya bahas diblog ini juga. 

Belakangan karena mungkin sudah tua juga jadi bau badannya selalu kecium, baru dimandikan bersih, nanti kering bau badanya mulailah kecium. Itu belum kena kencing dan pup. 

Alhasil karena mengganggu penciuman di dalam rumah, mama komplen melulu akhirnya hari ini kita putuskan untuk membuatkan tempat yang proper supaya kandang Cella ini bisa di tempatkan di halaman belakang. 

Sementara ya begini dulu sambil menunggu terpal yang kami pesan selesai dibuat, nanti Selasa. Foto dokumen pribadi

Masalah kekhawatiran di belakang itu soal cuaca (hujan), kalau di bawah itu tampiasan air hujan, banjir kita di belakang kalau debit hujan besar air menggenang bisa kerendem kandangnya bagian bawahnya, belum lagi ada serangga, tikus dan ular.

Kasian juga kan, biasa selama bertahun-tahun hidup bersama di dalam rumah, menjelang akhir usia malah di luar rumah. 

Alhasil diakalin lah itu kita buat kaki² pake bata ringan, kita tumpuk agak tinggi lalu kandangnya kita taruh di atasnya, untuk penutup kandang kita sedang buatkan jahitan terpal, supaya ketika hujan bisa terlindung di dalamnya. Hanya saja menurut saya masih kurang, perlu ada atap karena kalau ditutup begitu saja oke malam hangat, hujan aman, tapi pas siang hari bisa kepanasan banget. 

Saya saja kalau camping di dalam tenda pas panas matahari siang itu di dalamnya kaya sauna, perlu ada celah rongga udara untuk keluar masuk udara segar atau angin. Jadi ya berkaca dari itu untuk kandang Cella ya kita usahakan hindari situasi seperti itu. 

Untuk sementara ya seperti yang bisa dilihat difoto, kini Cella tinggal di belakang. Mudah-mudahan ini bisa nyaman, sejuk di belakang, tapi mudah-mudahan juga gak kedinginan ketika malam. Malam ini jadi malam pertama buat dia di sana, kita akan evaluasi. 

Ini suasana di dalam kandangnya, mudah-mudahan lebih nyaman, udara segar tiap saat. Foto dokumen pribadi. 

Kami berusaha berikan yang terbaik yang kami bisa, ditengah keterbasan kondisi saat ini. Saya sedih saja, ketika berada di lingkungan yang ternyata tidak suka pada hewan, tapi ya mau gimana lagi, Tuhan yang pilihkan ini, mungkin ada pelajaran yang harus saya ambil dengan ini semua. 

Pelajaran berharga, jika kamu suka hewan berkumpulkah dengan circle yang menyukai hewan juga, supaya bisa saling memahami, jika tidak paling akan ada yang dikalahkan atau dikorbankan. Yang paling mungkin dikorbankan adalah hewan peliharaan kita. 

Pelajaran lagi, jangan pelihara hewan peliharaan jika ke depannya kamu akan kesulitan merawatnya. Jika sudah yakin merawat hewan, berarti harus sampai akhir kamu merawatnya, entah kamu dulu yang mati atau hewan peliharaan mu. 

Sudahlah itu saja sharing yang bisa saya bagikan, ini juga adalah sharing uneg³ yang saya rasakan saat ini ketika saya mengetik postingan ini. Semoga Cella baik² saja di belakang dan tidak mengurangi kualitas kesehatannya ke depan. Maafkan kami yang gak bisa berikan hal yang terbaik untuk merawatmu. 

Hanya yang memahami saja yang bisa mengerti, jika tidak memahami lebih baik tidak berkomentar karena bikin sakit hati. -cpr

#onedayonepost
#pet
#pengalaman
#cella
#marcellavonatmosfer
#shitzu
Pelihara hewan peliharaan di usia kanak², remaja hingga dewasa bukan hal yang sulit, tapi ketika dia sudah masuk usia lansia/ senja itu tidaklah mudah. 

Apalagi kalau pet kesayangan kita itu tidak lagi sehat seperti dulu. Pasti akan jadi tantangan tersendiri. Coba bayangkan saja ketika manusia tiba pada masa lansia, pasti lebih sulit, fisiknya tak sama seperti dulu, belum lagi penyakit² yang menyertai. Lalu psikis nya yang lebih rewel daripada ketika muda. 

Ilustrasi Shih-tzu bukan Chella, gambar diambil dari ChatGPT

Ini saya alami pada pet kesayangan keluarga kamu, Chella, seekor shih-tzu betina. Usianya sudah masuk usia lansia untuk anjing. 

Cara hitung usia anjing #1
Tahun pertama usia anjing itu setara dengan 15 tahun usia manusia, tahun kedua usianya 9 tahun usia manusia. Lalu tahun berikutnya (ketiga dan seterusnya) setara dengan 4-5 tahun usia manusia. 

Jadi: anjing usia 2 tahun itu usianya sama dengan 24 tahun usia manusia. Sisa tahun setelahnya tinggal dikalikan 4 atau 5 tahun. 

Chella lahir 10 April 2012 artinya saat ini ditahun 2025 usianya 13 tahun. Jika dihitung dengan rumus usia anjing di atas tadi, maka. 13 tahun - 2 tahun = 11 tahun. Dari 2 tahun usia anjing diperoleh 24 tahun usia manusia. Sisa 11 tahunnya dikalikan 4, diperoleh 44 tahun usia manusia. Hasil akhirnya 24 tahun + 44 tahun = 68 tahun usia manusia. Jadi usia Chella 13 tahun saat ini setara dengan 68 tahun usia manusia. 


Cara hitung usia anjing #2
Berbeda dengan cara hitung yang di atas tadi, kalau ini kamu gak perlu hitung manual. Oh iya ada hal yang perlu diketahui, bahwa Shih-tzu merupakan ras anjing kecil,  dia menua lebih lambat dibandingkan dengan anjing ras besar. Kalau ini kita gak perlu hitung manual, tetapi menggunakan tabel, jadi gak bingung ya lihat tabel, tapi kalau mau tahu hitungan gunakan cara #1.
*Usia Shih-tzu = Setara dengan usia manusia
1 tahun = 15 tahun usia manusia
2 tahun = 24 tahun usia manusia
3 tahun = 28 tahun usia manusia
4 tahun = 32 tahun usia manusia
5 tahun = 36 tahun usia manusia
6 tahun = 40 tahun usia manusia
7 tahun = 44 tahun usia manusia
8 tahun = 48 tahun usia manusia
9 tahun = 52 tahun usia manusia
10 tahun = 56 tahun usia manusia
11 tahun = 60 tahun usia manusia
12 tahun = 64 tahun usia manusia
13 tahun = 68 tahun usia manusia
14 tahun = 72 tahun usia manusia
15 tahun = 76 tahun usia manusia
16 tahun = 80 tahun usia manusia


Berdasarkan literatur yang saya baca, usia maksimal dari Shih-tzu sendiri 12-16 tahun, berarti itu setara 64-80 tahun usia manusia, walaupun ada dibeberapa kasus ada yang sampai usia 18-20 tahun, tapi itu sangat jarang atau 88-96 tahun usia manusia. 

Faktor yang mempengaruhi usia panjang anjing ras Shih-tzu antara lain:
🐕 Genetik dan keturunan (Shih-tzu dengan garis keturunan dan genetik yang sehat umumnya akan berumur relatif panjang. Chella sendiri lahir dari orang tua yang sepertinya sangat dijamin kesehatannya karena melihat dari garis keturunannya dengan nama marga 'von atmosfer') 
🐕 Pola makan (Chella sendiri sejak keluarga kami rawat itu makanannya bervariasi, memang kita bukan keluarga kaya yang bisa selalu memberi makan dog food bergizi. Dulu sewaktu muda, Chella makan nasi, sosis dan campuran daging dan kaldunya. Seiring waktu makin dewasa dia akhirnya diberikan makan dog food hingga kini usia lansianya)
🐕 Perawatan gigi dan bulu (Kalau soal perawatan gigi ini keluarga kami agak kurang, jadi Chella jarang sikat gigi, jadi giginya banyak sudah tanggal. Kalau soal bulu ini masih rutin kita mandikan dan rawat, sehingga jauh dari kutu anjing atau scabies) 
🐕 Olahraga ringan (Kalau soal olahraga ringan, Chella mah anjing yang gak mager, dulu sewaktu muda senang jalan² dan diajak bermain petak umpet, bahkan saat sudah lansia ini dia masih sering jalan, walaupun matanya sudah rabun senja. Jadi meski hanya jalan berputar-putar di titik yang sama, dia senang dan semangat melakukannya, walau jalan dengan terseret-seret karena kakinya sudah tidak bisa memijak sempurna seperti waktu muda) 
🐕 Perawatan rutin ke dokter hewan (Kalau ini memang tidak sering, tapi kami memang memberikan vaksinasi dan pemeriksaan dokter ketika mengalami sakit yang kami tidak bisa atasi) 

Hal lain yang jadi kesimpulan kami keluarga yang merawatnya, kenapa Chella bisa bertahan hingga saat ini:
🐕 Dia mendapatkan kasih sayang dan kebahagiaan sama seperti dia dirawat kaya anak manusia, dia sampai kita anggap sebagai adik bungsu. 
🐕 Dia jarang kita pertemukan dengan anjing² lain, ini menurut saya sebagai usaha mencegah penularan penyakit atau virus atau bakteri yang berbahaya. Karena, ada pengalaman pemelihara Shih-tzu yang tidak pernah bisa bertahan lama memelihara Shih-tzu, rata² mati karena virus. 


Merawat pet kesayangan itu memang gak mudah, harus memang betul² sayang, karena kalau tidak ya kasihan sih pet kita. Yang terjadi adalah ketika muda dia menyenangkan kita, pas lansia karena repot mengurusnya dia malah dibuang atau ditelantarkan di 'panti jompo', itu sih yang bikin gak tega. 

Bahkan ada yang karena tidak suka pada hewan, melihat hal yang merepotkan seperti ini, ada yang berharap cepat mati. 


Saya punya saran apabila ada yang berkeinginan merawat atau memelihara pet, apapun hewannya: pastikan kamu itu bukan tipe orang yang mobile atau senang pergi ke mana-mana, sadari dirimu adalah tipe orang mageran dan gak bosenan. Jika kamu tipe orang gak betah di rumah, bosenan, jangan pernah pelihara pet di rumah mu. 

Karena begini, memelihara pet itu harus penuh di pantai dan diurus, gak bisa kamu seenaknya pergi meninggalkannya di rumah begitu saja. Lalu siapa yang akan membersihkannya, memberikan makan atau minumnya. 

Ini pelajaran banget, karena seperti sekarang saya gak bisa ke mana-mana, karena saya harus terpaku untuk mengurusinya, apalagi diusia Chella yang sudah senja. Bersihkan pup nya, pis nya, belum lagi diusia senja ini dia itu buta, kakinya tidak bisa jalan sempurna, untuk jaga kebugarannya kita juga harus rajin taruh dia di tempat terbuka supaya dia berjalan agar otot kakinya tetap dipakai bergerak. 

Entah sampai kapan? Ya sampai usianya usai nanti, kapan nya tidak akan ada yang tahu, yang penting kita urus dan rawat dia dengan baik, itu saja sih. 

Catatan ini adalah sekedar sharing dan berbagi pengalaman saja, mungkin bisa berbeda-beda, tapi satu yang sama, rawatlah pet kesayangan mu dengan hati, perlakukan dia dengan baik meskipun dia adalah hewan. 

Segitu saja sharing² nya, sampai jumpa dipostingan lainnya lagi. Jaga pet kesayanganmu dan rawatlah dengan hati. Jika ada pasanganmu yang senang pada hewan, supportlah, karena sama hewan aja sayang apalagi sama manusia. -cpr

#onedayonepost
#pet
#umum
#pengalaman
#pet
#shihtzu
Pernah gak sih bertanya, pas siang hari itu panasnya ampun², teriknya ke kulit itu rasanya seperti kaya menyayat kulit. Tetapi pas sore hari, cahaya matahari masih terang namun radiasi panasnya jauh berkurang. Itu kenapa bisa begitu? 

Padahal matahari yang sama yang tadi siang 'membakar' kulit mu. Kenapa pas sore atau pagi hari teriknya masih bisa diterima kulit kita, sedangkan siang tidak? 

Jawabannya adalah? 

Ilustrasi, matahari di ufuk, sore/pagi. Gambar diambil dari Google

Logika ternyata, yaitu sudut pancar sinar matahari itu sendiri, karena ketika pagi dan sore, matahari itu condong berasa di wilayah ufuk, kalau pagi di ufuk timur dan sore di ufuk barat, nah sudut kemiringan ufuk inilah yang membuat pancaran sinar matahari jadi lebih jauh ke titik terimanya di bumi. Sedangkan pada siang hari sudutnya tegak lurus sehingga pancaran matahari terasa langsung. 

Kemiringan sudut pancar sinar matahari ini juga harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal, plus lebih jauh seperti yang dijelaskan sebelumnya. Semakin mengurangi dampak radiasi pancaran sinar matahari. 

Radiasi panas matahari terserap dan menyebar oleh molekul² udara sehingga intensitas radiasi yang kita rasakan itu jauh berkurang. Ini berbeda ketika matahari pada siang hari, jaraknya yang pendek membuat molukul² udara tidak mampu menyerap dan menyebarkan radiasi panas yang ada. 

Kemudian paparan sinar matahari pada saat siang hari itu lebih lama, setelah melewati sudut kemiringan (pagi) sekitar jam 9 ke atas, hingga jam 4 sore, total ada 7 jam potensi sinar matahari menyorot langsung. Sedangkan pagi hari hanya 3,5 jam dan sore hari hanya 2 jam. Paparan panas sinar matahari yang langsung ke bumi ini membuat suhu bumi jadi panas, kemudian terpantul lagi ke udara sehingga membuat sensasi siang hari lebih panas. 


Begitulah kira² logikanya ya, entahlah ini logikanya bener apa tidak, karena logika saya sering diluar mainstream, jadi bisa saja salah, tapi secara awam sih masih masuk akal. 

Hanya awan mendung sajalah yang mampu menahan paparan sinar matahari ini. Oh bisa juga ditahan oleh bulan pas gerhana walau waktunya gak lama. Tapi misalkan  lagi mendung itu bisa relatif lebih lama pancaran cahaya matahari tertahan tidak menjangkau bumi, dan kita akan terlindung dari sengat panas matahari. 

Sinar matahari yang terik ini hanya cocok untuk ngisi daya panel surya, fotosintesis, mengeringkan gabah petani, ngeringin jemuran, pengering alami untuk berbagai macam hal, membunuh kuman² penyakit yang kalah dengan sinar UV dan hal² lain yang membutuhkan itu. 

Tapi buat manusia, kulit manusia, cahaya matahari gak ada baik² nya *menurut saya. Matahari hanya merusak kulit saja, bikin hitam dan membuat sel kulit mati, bahkan bisa kena kanker kulit jika kena radiasi sinar matahari yang full saat siang hari. Cahaya matahari yang baik hanya pagi hari, sisanya mematikan. 

Tapi jika bumi tanpa matahari akan repot juga, kiamat di depan mata. Lalu apa solusinya, ya musim berjalan dengan normal, ada kalanya panas dan ada kalanya hujan, jika semuanya seimbang, saya kira akan baik. 

Segitu saja pembahasan soal pancaran sinar matahari siang dan pagi/sore itu berbeda, mudah-mudahan bisa menjawab kegelisahan selama ini. Sampai jumpa pada postingan berikutnya, membahas hal lainnya yang menarik untuk saya bahas. -cpr

#onedayonepost
#informasi
#umum
#radiasimatahari
#siangpanas
#soreadem
#pagiadem
Punya peliharaan di rumah itu pasti menyenangkan, karena ada yang menemani aktivitas ketika di rumah. Bersosialisasi dengan sesama manusia itu hal yang biasa, tapi berinteraksi dengan hewan itu punya feel yang berbeda, kesan yang berbeda. 

Entah apapun peliharaannya, burung, hamster, kucing, anjing dll. Keluarga saya ini punya peliharaan anjing, pernah juga dibahas di beberapa blog pribadi saya. 

Ketika Juli 2025 dia baru tiba di Pandaan setelah menjalani perjalanan dengan KLog. #dokpri


Tapi memelihara anjing itu juga harus telaten, jika memang anjing peliharaan mu itu dijadikan tidak sekedar peliharaan, namun jadi anggota keluarga. Menjaga dia tetap bersih, tidak bau anjing, menjaga kebersihan pup dan lee nya, tetap steril ketika berada di lingkungan dalam rumah jadi suatu keharusan yang harus dipenuhi. 

Jika orang berada macam anggota DPR yang katanya gajinya selalu kurang, itu bisa saja menggunakan jasa pet shop care untuk menjaga kebersihan hewan peliharaannya. Namun bagi rakyat biasa yang dianggap 'tolol' karena mau membubarkan DPR, menggunakan jasa pet shop care pasti harus dipikirkan berulang, karena masalah biaya. Oleh karena itu kalau hanya rakyat biasa ya mau gak mau harus siap repot untuk mengurusi hewan peliharaan kita itu agar layak dipelihara sebagai anggota keluarga, bukan sekedar peliharaan. 


Tsi Tzu peliharaan keluarga saya, yang sudah dianggap anak bungsu (ke-4), ini bener² sekali dirawat dengan telaten, ibu saya sudah menganggap Cella ini sebagai anak bungsu, dia diperlakukan ya sebagai anggota keluarga. 


Walaupun bagi orang lain yang merasa 'jiji' dan menganut paham kebersihan level dewa akan menganggap ini tidak higienis. 

Tapi selama ini Cella sudah seperti anggota keluarga, dulu ketika dia masih sehat, masih masa² produktif, ya Cella memang layak ada di dalam rumah. Sampai Cella memasuki masa senja, banyak penyakit yang menimpanya, dari katarak pada matanya, masalah gangguan saraf dan secara fisik agak pengkor, pendengaran yang tidak maksimal membuatnya jadi tidak seperti dulu, perawatannya lebih extra lagi. 

Belakangan ya dia (baca: Cella) punya masalah pada matanya yang mengalami katarak, muncul cairan yang seperti gel pada matanya yang sering berair/ basah, nah efek basah ini membuat 'jembek' di bangian mata, muka, lebatnya bulunya membuat campuran tidak sedap dan seperti bau ikan asing. Ternyata bau ikan asin ini datang dari cairan gel/nanah dari matanya yang mengalami katarak. Jika dibersihkan pun karena seperti gel akan menjadi kotoran lagi bagian matanya. 

Akhir pekan yang lalu sempat dimandikan, tetapi tidak sampai grooming atau memangkas bulu² nya, jadi ya tetap seperti kotor. Bau ikan asinnya masih tetap saja. 

Sampai akhirnya siang ini Cella di treatment grooming sendiri, potong bulu sendiri dan mandi sendiri. Repot, iya repot sekali sih sampai harus dipegangin 3 orang, saya, adik saya dan eksekutornya ibu saya. Dokumentasinya bisa dilihat difoto dibawah ini. 

Tampang stres Cella ketika dipegangin 3 orang, ekspresinya kaya lagi mau diapain aja. #dokpri

Nampak wajahnya masih jembrong, coklat kotor bulunya meng-coklat kena kotoran dan debu. #dokpri

Ini lagi motongin bulu dikaki belakangnya. Dipegangin biar gak berontak. #dokpri

Ini lagi motongin kaki bagian lainnya, hanya bisa pasrah dpegangin sambil mendengar kalimat² afirmasi positif. #dokpri

Bayangkan saja ekspresi mukanya Cella yang meronta tapi tak bisa melawan. Dia takut sebenarnya, takut tergunting soalnya dia pernah mengalami, jadi seperti ada rasa ketakutan disakiti. 

Jadi sambil dipegangi, saya menyampaikan afirmasi supaya dia tenang, walaupun kata² itu entah dimengerti atau tidak, tapi nampaknya Cella memahami itu. Ada kalanya dia diam dan tenang, ada kalanya dia melawan ketika dia merasa kurang nyaman, ya setidaknya itu bentuk komunikasi dia pada kami. 

Ini view setelah dipotong bulunya dan dimandikan, nampak lebih seger dan bersih, gak bau ikan asin lagi. #dokpri

Ya inilah solusi kami punya demi efisiensi biaya, ya mau gak mau harus repot. Tapi dengan begitu bonding kami keluarga dengan peliharaan jadi terjalin. Kami bisa saling mengerti walaupun bahasa yang digunakan berbeda. 

Sejauh ini kehidupan Cella di Pandaan sih lebih baik daripada ketika di Cirebon. Oh ya, ada hal menarik, jadi setelah dimandikan, Cella kan makan, lalu disimpan di halaman belakang untuk dijemur, karena di rumah mau dipel. Eh gak lama dia pup, pup nya gak kecil kaya biasa, tapi besar kaya tainya manusia. Dan ini kita semua baru pernah melihatnya. Kita jadi mikir, mungkin pas selama dipegangin itu, perut dan ususnya tertekan dan memadatkan usus besarnya sehingga tainya menjadi besar dan utuh sempurna. 

Ya sayangnya gak didokumentasikan tadi, karena sudah panik takut bulunya kena tainya, wong habis mandi, masa iya kena tai bau lagi nanti. 

Begitulah kira², kalau punya peliharaan anjing yang statusnya gak sekedar pelihara tapi jadi anggota keluarga maka ya harus mau repot, kalau punya duitnya ya pas²an. Memang harus telaten dan gak bisa kalau hanya sendiri yang urus, ya minimal 2 orang yang handel.

Segitu saja sih sharing² saya, sebagai keluarga yang punya peliharaan anjing sebagai anggota keluarga, bukan sekedar peliharaan biasa. 

Bagaimana dengan cerita mu, apakah juga punya peliharaan biasa atau dianggap sebagai anggota keluarga juga? -cpr

#onedayonepost
#pet
#tzitsu
#cella
#marcellavonatmosfer
#pengalaman
#umum

Saya sengaja buat postingan ini karena keprihatinan komentar yang menganggap hewan peliharaan itu sekedar hewan 🐥🐶🐱🐮, yang ketika sudah gak diperlukan ya dibuang, dicampakan begitu saja, melupakan semua kenangan² yang pernah terjadi. 

Ini berlaku untuk pada hewan apapun yang kamu pelihara, walaupun efek psikis kepada hewannya itu bisa berbeda-beda, ada yang cuek ada yang mengena ke psikisnya. 

Ketika Cella masih sehat dan diajak sepedaan sama mami, ini anak bungsunya mami. #dokpri

Saya ambil contoh anjing. Karena hewan ini punya sesuatu dimemori mereka yang membuat mereka lebih peka dibandingkan dengan hewan peliharaan lainnya. 

Pernah gak lihat video yang sengaja dibuat untuk menunjukan, bagaimana respon anjing kita, yang tiba² dibuang atau ditinggal di tempat asing, ditinggal begitu saja dan majikannya pergi. Video ini dibuat hanya untuk melihat reaksi, karena banyak terjadi hal seperti ini tapi tidak ada dokumentasinya, sehingga video ini dibuat untuk mewakili situasi atau menggambarkan situasinya.

Kalau ini video bukan rekaan, tapi ada case yang membuang anjing tapi tertangkap kamera video dan nampak si majikan tega membuat anjingnya berlari diantara kendaraan yang tengah melaju. Source: youtube

Ini juga contoh video sejenis dari negara lain. Source: youtube

Ini juga video serupa, tapi bukan video dibuat-buat tapi sepertinya kejadian realita. Source: youtube

Anjing itu kebingungan dan berusaha mencari majikannya, dia mencoba mengendus tapi gak bisa, dia menyadari bahwa itu tempat asing baginya. Si anjing berusaha mencari dan mengendus bau majikannya, hanya dengan itu dia berusaha. Tujuannya cuma satu mencari majikannya dimana, dia khawatir. Mungkin juga dia tidak mengkhawatirkan dirinya, naluri dia hanya mencari majikannya sampai ketemu. Bisa dilihat pula ketika majikannya ketemu, betapa senangnya dia. 

Bayangkan jika anjing peliharaan mu dibuang begitu saja dan kamu sebagai majikan ya tanpa rasa bersalah pergi begitu saja. Padahal si anjing mu itu memikirkan mu, tapi sebaliknya tidak.

Seperti yang pernah saya ceritakan pada postingan sebelumnya, keluarga saya pelihara seekor anjing Tsi Tzu sudah lama, meski kami tangan kedua yang memeliharanya namun relasi kami cukup dekat. Dia bukan peliharaan yang disimpan di kandang, dia hidup bersama-sama dengan kami di rumah. Bercanda, bermain, menemani, jadi teman ngobrol dll., banyak hal yang keluarga kami lakukan bersamanya. 

Dulu ya bisa dibilang bersih sekali, makan, buang kotoran semuanya teratur dan tertata, sehingga bau anjing itu gak terasa, karena dia dipelihara seperti boneka hidup, baunya wangi karena parfum selalu tersedia, mandi dan grooming rutin dilakukan sendiri, ya sama seperti anggota keluarga layaknya 'manusia'. Bahkan dia kami anggap sebagai si bungsu. 

Seiring waktu, usianya terus bertambah, sakit tua dan fisiknya gak seperti dulu. Matanya mulai bermasalah dan ada infeksi sehingga kerap mengeluarkan bau, sejak itu penglihatannya mulai kabur dan kesulitan beraktivitas. Ditambah lagi kaki belakangnya entah karena insiden apa (kami gak tahu), seperti pengkor. Alhasil situasi ini membuatnya kesulitan, pup dan buang air gak bisa seperti dulu. Mulai saat itu, dia jadi seperti anjing pada umumnya yang bau anjing. 

Karena soal kebersihan ini akhirnya kini dia dipelihara di kandang untuk melokalisir kotorannya, makan dan minum juga di sana. Memang sejak itu pula lah bau tidak sedap seperti layaknya memelihara anjing. Aroma² yang banyak gak disukai, apalagi mereka yang terbiasa bersih. Hal seperti ini sudah pasti harus disingkirkan. 

Itu kenapa beberapa saran yang muncul:
🗣️: "Kenapa gak dibuang saja?"
🗣️: "Kenapa gak ditaruh di shelter anjing saja?"
🗣️: "Kenapa gak ditaruh di luar/halaman?"

Dari semua itu kita yang jadi keluarga ya berat, masa iya senang bersama, giliran susah begini dicampakan, bak pepatah "habis manis sepah dibuang".

Mereka berkata demikian karena mereka gak merasakan momen² itu, jika pun mereka pernah memelihara anjing atau hewan juga, tapi saya yakin jika dipelihara dengan cara yang sama, pasti gak akan tega melakukan itu. Ini hanya soal cinta aja, orang kan lebih mudah menjudge. Sama seperti saya kali ini juga menjudge bahwa mereka gak punya cinta. 

Jadi berhentilah menyalahkan orang lain dengan pilihan yang dibuat, pasti ada latar belakangnya. Soal kenapa peliharaan saya gak ditaruh diluar? Itu karena, Tsi Tzu yang kami pelihara adalah ras murni, bersertifikat, dan dia bukan hewan yang dipelihara di luar ruangan, karena selama ini suhu ruangan lebih baik dan buat dia nyaman dan hidup bahagia hingga usia senja.

Jika di luar resikonya ular, gongongannya mengganggu apalagi dengan lingkungan yang menganggap mereka najis dll., bayangkan bagi mereka yang tidak menganggap najis saja dia disingkirkan apalagi dengan yang menganggapnya najis, bisa diracun. 

Kemudian, banyak rekan² kolega saya yang menceritakan pengalamannya memelihara Tsi Tzu gak pernah bisa bertahan lama, 1-2 tahun mati, dikarenakan virus tertentu. Mereka heran Tsi Tzu yang kami punya bisa bertahan hingga usia senja. 

Saya tidak tahu bagaimana mereka pelihara, tapi saya tidak bisa menjudge mereka memelihara, catatan saya, mereka yang intens memelihara dan niat saja gampang terkena penyakit, apalagi kalau Cella ini ditempatkan di luar. 

Jadi intinya begini, perlakukanlah hewan dengan baik, apalagi hewan yang punya cerita dan kenangan baik dengan mu, intinya bagaimana dia dipelihara dulu, sekarang dan nanti minimal berikan kasih sayang yang sama. 

Contohnya begini, kamu pelihara anjing, sejak awal dia dipelihara di luar, di kandang dan dirantai karena alasan tertentu. Suatu saat ketika dia tua, ya perlakukanlah dia minimal sama seperti itu, jangan kamu perlakukan dia lebih buruk atau bahkan dicampakkan ketika dia tua atau merepotkanmu. Jadi perlakukanlah sama sejak awal, sekarang atau nanti. 

Mungkin saya dinilai buruk dalam perlakukan orang² terdekat, bagi kacamata orang tertentu yang bisa perlakukan lebih baik dan memang baik, lalu dia membandingkannya saya mempertahankan hewan peliharaan daripada memperlakukan manusia. 

Statementnya begini: "Kamu lho merawat orang tua, adik saja gak becus, ngasi duit aja gak pernah, tapi bela²in pelihara hewan seperti segitunya. Gak mikir penyakit dll., yang dari kotoran hewan dll."

Nah bisa saja saya dikatain demikian. Saya tidak cari pembenaran apapun, tapi intinya satu hal, mengerti dan pahami kenapanya, banyak kenangan hasil relasi antara kita dengan hewan peliharaan kita, walaupun belum tentu si hewan ingat, tapi kita kan ingat, ya hargai itu sih. 

Intinya bagi pencinta hewan pasti akan setuju dan menganggap ini benar dan bisa dipertanggung jawabkan. Toh ini hanya masalah sepele, gimana memahami. 

Pada intinya disini saya akan selalu dianggap salah memilih cara ini. Itu kenapa, saya tulis sesuai judul demikian, itu yang saya rasakan ketika pilihan kita dianggap 'aneh' orang pada umumnya. Mungkin ini asumsi, tapi asumsi lahir karena pernah muncul pernyataan² yang mendukung asumsi itu tercipta. 

Segitu saja, postingan ini sekedar sharing apa yang saya rasakan, ketika duduk melihat hewan peliharaan kita yang tak sudah seperti dulu lagi, sedih tapi gimana, dimasa tuanya mudah-mudahan bisa tetap merawat hingga ajak menjemputnya. -cpr

#onedayonepost
#opini
#postingpribadi
#sayangipeliharaanmu
#jangancampakanmereka
#loveyourdog
#tsitzulovers
#pengalaman